News and Info



24 Desember 2010 | 13:08 wib

Tanggap Darurat Mitigasi Bencana Gempa Bumi dan Tsunami

Tanggap Darurat Mitigasi Bencana Gempa Bumi dan Tsunami

Ir. SRI YULIATI, M.Pi

        

Sesuai dengan kondisi geografis dan geologisnya, Indonesia merupakan daerah yang rawan bencana. Mulai dari gempa bumi, tsunami, tanah longsor, banjir, letusan gunung api, kekeringan, epidemi dan hingga bencana-bencana yang diakibatkan oleh ulah manusia.  Oleh karena itu sudah sewajarnya, bahwa upaya penanggulangan harus dilakukan secara sistematis, terencana dan terkoordinasi.

Secara definisi bencana diartikan sebagai peristiwa atau kejadian yang disebabkan oleh alam atau karena ulah manusia, yang terjadi secara mendadak ataupun secara perlahan, yang mengakibakan korban jiwa manusia dan kerugian harta benda serta kerusakan lingkungan, dimana masyarakat di wilayah tersebut tidak mampu menanggulanginya.

Secara praktis dapat dipahami, bahwa bencana akan terjadi di suatu wilayah, apabila masyarakat tidak mampu mengatasi resiko yang dialami.  Sedangkan resiko yang dihadapi oleh suatu daerah  sangat dipengaruhi oleh bahaya, kerentanan dan kemampuan dari suatu masyarakat.

 

 

Klasifikasi Bencana

Berdasar penyebabnya, bencana dapat digolongkan menjadi :

1. Bencana Geologi               

    - Gempa bumi, gunung meletus, tsunami, longsor

2. Bencana Hidrometeorologi

    - Banjir, angin topan dan kekeringan

3. Bencana Biologi

    - Epidemi. Penyakit dan hama

4. Bencana Kegagalan Teknologi

    - Kecelakaan transportasi, industri dan reaktor

5. Bencana Kerusakan Lingkungan

    - Kebakaran hutan, pemukiman,  pencemaran

Sedangkan bencana-bencana yang diakibatkan oleh ulah manusia lain, seperti kerusuhan sosial dan terorisme tidak termasuk dalam klasifikasi bencana tersebut.

 

Penanggulangan Bencana

Penanggulangan bencana adalah segala upaya terencana dan terorganisasi yang diwujudkan dalam rangkaian yang dilakukan untuk meniadakan sebgian atau seluruh bahaya atau kerugian akibat bencana, serta menghindari resiko bencana yang terjadi agar akibat yang ditimbulkannya dapat dilunakkan, dikurangi dan diperkecil, bahkan bila memungkinkan dapat dihilangkan.

Upaya penanggulangan bencana merupakan kegiatan yang mempunyai fungsi-fungsi manajemen klasik, dalam perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian dalam lingkup siklus Penanggulangan Bencana yang ber unsur kejadian bencana, penanganan darurat, rehabilitasi, rekonstruksi, pencegahan, mitigasi (pengurangan dampak) dan kesiapsiagaan.

 

TANGGAP DARURAT BENCANA

 Kegiatan atau sektor yang penting pada tahap tanggap darurat adalah :

a. Manajemen dan koordinasi

Penting dibentuk suatu POSKO pada tahap tanggap darurat, sebagai fungsi pengendali, penentu kebijakan lapangan dan pengatur seluruh aktivitas kegiatan dalam penanggulangan bencana dan bisa dibentuk pos-pos sektoral atau pos pembantu dan berkoordinasi dengan POSKO, juga dalam keadaan kritis perlu team yang diterjunkan ke daerah kritis untuk memperoleh informasi tentang situasi wilayah dan mengambil keputusan cepat langkah2 yang perlu dilakukan dari lintas sektor terkait.

b. Evakuasi dan Penyelamatan

Evakuasi dan penyelematan meliputi kegiatan pencarian korban, mengangkut korban ke lokasi yang lebih aman, korban yang sakit ke pos kesehatan serta memakamkan yang meninggal. Kegiatan ini dilakukan bersama team SAR, TNI, POLRI, PMI, Relawan yang bergerak bidang evakuasi dan penyelamatan.

c. Perlindungan, Penerimaan, pendataan korban

Bagi korban yang masih hidup perlu upaya perlindungan dari ancaman bahaya susulan, diterima di lokasi penampungan data, guna memudahkan pelayanan dan bantuan.

d. Logistik dan Transportasi

Dukungan Logistik sangat diperlukan pada tahap tanggap darurat, Keberadaan gudang penyimpanan logistik dan peralatan sangat penting dan strategis, karena akan banyak barang yang keluar masuk.

e. Penampungan sementara

Perlu upaya tempat penampungan sementara bagi korban yang masih hidup dan kehilangan tempat tinggal sementara adalah bangunan beratap mempunyai ruangan besar al. Sekolah, aula, gudang, stadion. Apabila tempat tersebut sulit ditemukan, maka yang digunakan adalah lapangan terbuka yang kemudian dibangun tenda-tenda darurat yang menampung 30 orang dalam 1 tenda.

f. Pangan dan Bantuan Sosial

Kebutuhan Pangan bagi korban bencana sangat penting

g. Air Bersih

Air bersih digunakan untuk keperluan air minum, MCK.  Air bersih diperoleh dengan mengalirkan air sungai terdekat, atau diangkut dengan truk tangki, bisa juga melakukan pengeboran tanah. 

h. Sanitasi Lingkungan

Keperluan kamar mandi, MCK serta pembuangan sampah sangat vital. Pembangunan MCK harus dibuat sesuai kebiasaan masyarakat setempat. Pengelolaan sampah rumah tangga harus mudah dapat dilakukan oleh masyarakat pengungsi itu sendiri.

i. Pelayanan Kesehatan

Pelayanan Kesehatan diberikan melalui Pos-pos Kesehatan dan Puskesmas, Rumah Sakit rujukan yang telah ditetapkan Pemerintah dan diberikan secara Cuma-Cuma kepada para korban bencana baik yang rawat inap maupun rawat jalan berikut obatnya. Perlu juga adanya team relawan bidang kesehatan pada tahap tanggap darurat.

j. Pelayanan Masyarakat

Perlu adanya sarana komunikasi dan informasi berupa telephone umum, radio, TV yang dioperasikan dengan baterai atau generator listrik sangat membantu memberikan pelayanan kepada masyarakat.

k. Pendidikan

Kelangsungan proses belajar bagi para siswa yang terkena musibah bencana dapat dilakukan dengan cara menyisipkan pada sekolah terdekat dengan tempat pengungsian, atau mendirikan sekolah tenda berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan setempat.

 

TANGGAP DARURAT BENCANA TSUNAMI

 Khusus menghadapi tsunami, ada beberapa hal perlu mendapat perhatian mengingat kekhasan dari akibat yang ditimbulkan oleh bencana tsb.

Tsunami merupakan gelombang laut besar yang terjadi karena adanya gerakan tektonik (pergeseran lempeng bumi) atau gerakan vulkanik (gunung api bawah laut) yang menimbulkan kekuatan merusak yang sangat besar di daratan. Gelombang laut tersebut dapat mencapai puluhan meter tingginya, melaju dengan kecepatan tinggi dan kekuatan mendorong yang sangat besar. Demikian pula pada saat gelombang tersebut surut ke laut, akan membawa serta semua benda yang ada di permukaan tanah.

 

Tanggap Darurat yang Dilakukan :

Manajemen dan Koordinasi, Evakuasi, Pendataan, Penyediaan Air Bersih, Tempat Penampungan Sementara, Transportasi dan Logistik, Pelayanan Kesehatan.

 

Beberapa Pengaruh kerusakan yang diakibatkan oleh bencana tsunami dapat berupa :

 

a. Kerusakan fisik

Kejadian tsunami biasa berlangsung sangat singkat antara 20-40 menit setelah terjadi gempa, dan gelombang pasang tersebut akan menyapu semua sarana dan prasarana, rumah, gedung, jembatan dsb. Sehingga perpaduan gempa bumi yang mengakibatkan robohnya bangunan dan tsunami yang menghanyutkan semua benda, mengakibatan bekas areal yang terlewati tsunami menjadi bersih dan rata dengan tanah.

b. Korban Manusia

Pada umumnya korban akibat tsunami ini meninggal akibat tenggelam dan hanyut ke laut. Jumlah korban biasanya meliputi satu wilayah desa, kecamatan bahkan satu kota. Beberapa yang masih hidup biasanya mengalami luka memar karena benturan dengan puing2 dan paru2 nya terganggu karena menghirup air yang kotor.

c. Kerusakan Lingkungan

Tsunami mengakibatkan terkontaminasinya air di wilayah yang terkena bencana, sehingga sumber air bersih (sumur) di wilayah tersebut menjadi tercemar dan tidak dapat digunakan sebagai air bersih.  Demikian juga lahan2 pertanian mengalami kerusakan karena gelombang air laut telah membawa lumpur dan tanah pertanian terkena air laut sehingga tidak dapat dimanfaatkan sebagai lahan pertanian. Bersamaan dengan gelombang tersebut juga mengakibatkan hanyutnya tanaman pertanian.          

HAL-HAL YANG HARUS DIPERSIAPKAN MENGHADAPI BENCANA TSUNAMI

1. Menentukan tempat atau daerah evakuasi yang aman;

  • Daerah pedalaman yang jauh dari pantai 4-5 km;
  • Daerah bukit atau gunung dengan ketinggian ± 20 m lebih dari permukaan laut
  • Bebas dari pohon2 lapuk yang nantinya bisa menimpa orang yang ada di tempat tersebut;
  • Tempat yang tinggi yang mempunyai kemungkinan kecil terjadinya longsor (Kaki bukitnya banyak pertahanan akar2 pohon)
  • Tempat yang sudah diketahui banyak pihak

2. Membuat tenda / camp / pondok tempat  evakuasi;

  • Terbuat dari bahan yang ringan dan kuat  serta kalau bisa terbuat dari bahan yang tidak panas. 

3. Memperbaiki dan memperluas jalan sebagai jalur evakuasi minimal ada 3 jalur jalan

4. Mempersiapkan bahan-bahan keperluan untuk empat hari seperti beras, sagu, air, minyak tanah, lampu, indomie, telur, pakaian, kelambu, obat2an dan kebutuhan lain yang dianggap tidak akan didapat ketika hal terburuk terjadi dan barang2 tersebut harus tersimpan dengan baik.

5. Menjamin kebersihan (Kesling) seperti kamar kecil sederhana dan sehat. Manajemen pengaliran air, manajemen sampah, serta hal lain yang yang dapat mengganggu kesehatan.

 

Hal-Hal Yang Harus Dilakukan di Rumah dan di Kampung

  1. Cek rumah atau bangunan yang ditinggali dari atas sampai bawah (apakah masih layak dan aman untuk ditinggali atau tidak);
  2. Memasang alat-alat yang dapat membangunkan kita ketika sedang tidur nyenyak pada saat terjadi gempa bumi
  3. Menyusun mekanisme ronda secara intensif
  4. Menyusun strategi pemberitahuan secara efisien dengan menggunakan alat2 yang ada dan sudah diketahui semua orang, al. Lonceng, pentung kayu atau bambu, dsb.
  5. Menjamin pintu atau jendela tidak akan tertutup ketika ada gempa bumi dengan getaran yang keras yang dapat mengurung kita dalam ruangan.
  6. Menyiapkan alat-alat yang bisa membuka pintu atau jendela ketika tidak bisa dibuka seperti palu, kampak, linggis, dll.
  7. Menyiapkan tas perlengkapan yang berisi senter, obat2an, peluit, pakaian secukupnya, barang dan surat berharga, korek api, dsb yang diposisikan ditempat yang mudah dijangkau untuk keluar rumah.

&&&&&y&&&&&