Boyolali..Dalam Program Minapolitan yang dicanangkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menunjukkan hasil positif di masyarakat sebagai konsep pembangunan kelautan dan perikanan yang berbasis Wilayah Minapolitan telah menempatkan Boyolali sebagai salah satu sentra lele terpadu di tanah air. Wilayah ini telah membantu Pemerintah dalam merealisasikan Visi KKP sebagai negara penghasil produk perikanan terbesar tahun 2015, disamping meningkatnya pendapatan masyarakat setempat. Hal ini disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad saat melakukan Safari Ramandhan di Desa Tanjungsari kecamatan Banyudono. Selain melakukan penebaran benih lele di areal kolam milik kelompok juga dilakukanan penen perdana.

Kementerian Kelautan dan Perikanan menempatkan perikanan budidaya sebagai tumpuan utama atau primadona perikanan dalam mengenjot produksi perikanan. Hal ini tercemin dari terget produksi perikanan budidaya sebear 16,9 juta ton pada tahun 2014 dari elah sebelumnya 5,26 juta ton pada tahun 2010 atau meningkat sebesar 353 persen. Untuk memacu produksi perikanan budidaya, KKP telah menetapkan menetapkan 10 komoditas unggulan dan lele merupakan salah satu komoditas unggulan tersebut. Produksi lele akan dipacu dari 273.554 ton pada tahun 2010 menjadi 900.000 ton pada tahun 2014.
Boyolali merupakan salah satu kawasan Minapolitan percontohan untuk tahun 2011 yang berbasiskan pada komoditas unggulan lele bersama kabupaten Bogor dan Gunung kidul. Kampung lele Boyolali yang terletak di desa Tegal Rejo Kecamatan Sawit merupakan sentra lele terpadu dan menjadi percontohan untuk pengembangan kampung sejenis. Produksi lele di wilayah ini telah mendorong berkembangnya usaha pembenihan hingga pembesaran serta pengolahan beraneka ragam produk olahan berbahan baku ikan lele.
Kawasan Minapolitan ini telah menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di boyolali, disamping telah menampung banyak tenaga kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat setempat, karena kegiatan usaha lele dilakukan dari hulu hingga hilir. Hal inilah yang mendorong terjadinya konversi lahan, dari lahan pertanian menjadi lahan budidaya lele karena budidaya ini memiliki nilai produkstivitas tinggi dibanding bertani dan berkebun.

Program minapolitan percontohan tahun 2011 di 41 kawasan, meliputi kawasan minapolitan berbasis perikanan budidaya sebanyak 24 lokasi, perikanan tangkap sebanyak 9 lokasi dan 8 lokasi untuk pengembangan garam nasional. Dalm mendukung program minapolitan, KKP melaksanakan kegiatan Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP) yang bertujuan untuk meningkatkan produksi, menumbuhkan wirausaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan di pedesaan. Khusus PUMP berbasis perikanan budidaya sebanyak Rp. 5 Milyar atau 50 paket, dari Rp. 27 Milyar yang dialokasikan KKP untuk Provinsi Jawa Tengah. Dalam upaya percepatan desiminasi teknologi melalui pengembangan SDM setempat. Pengembangan SDM dilakukan melalui 3 langkah, yaitu peningkatan ketrampilan masyarakat pelaku utama perikanan, pengukuhan penyuluhan perikanan swadaya yang merupakan mitra dari penyuluh PNS dan instansi penyuluh kabupaten /kota dan [peningkatan pendidikan melalui pemberian bantuan beasiswa kepada anak – anak pelaku utama usaha perikanan.

Dalam rangkaian kunjungan ini Menteri Kelautan dan Perikanan secara simbolis menyampaikan bantuan 225 paket antara lain paket beasiswa untuk 91 orang dan 150 orang yang ditargetkan pada tahun 2011 untuk anak-anak pelaku usaha perikanan di Jawa Tengah, sertifikat Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB), sertifikat Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB), bantuan Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (PUGAR) sebanyak RP. 13,21 milyar untuk 5 kabupaten di Jawa Tengah, sertifikat untuk 250 penyuluh swadaya di Jawa Tengah, sertifikat pelatihan kelautan dan perikanan untuk 30 orang pelaku utama di Boyolali dari 1620 orang di Jawa Tengah, peralatan pengolahan dan modul tekhnik pengolahan.